Total Tayangan Halaman

Minggu, 17 Desember 2017

Between Wages and Experience

I am currently working with my professor as a project assistant.

I chose this job because I want to learn from him and learn how to do a simple and small project. And yes, I did learn many things. In fact, I experienced various stuffs. For instance, travelling, site visiting, meeting with manager and team leaders, chatting with workers, administrations, and more. I also experience fun things such as culinary, real travelling, hotels, and I also have good accommodations.

And if you are asking about the wage, it's not much. I could not afford my current lifestyle without the help of my father. But then, my wage is actually higher than the other project assistants (from another professor). It might be because there are only 2-3 assistants work with my prof. However, the experiences and the lessons are more valuable than the wage.

And I applied to my prof without questioning about the wage. I was fine with any amount. Liar. I was fine if it was at least 2 mil/month. And I actually got more than that. I was so happy when I received my first wage (because it was worth one and a half  month). Then, I also should mentioned that I got per diem for travelling and it was paid daily.


I just really love this occupation. Not to mention the privileges that I got, I learnt many things and feel needed.




Then, 

I joined the Womeng Unilever Leadership Program on last November. It is an amazing and inspiring program about woman engineer. You, my fellow woman engineer (limited to students tho), should join this program. Let me talk about this program in another post.

But here is a pic of mine.


Well, it doesn't look good enough, let me show you another one.

Anyway, I got an opportunities to apply to Unilever Leadership Internships Programme (ULIP).

In fact, I got contacted on earlier this December to work in the planning division. The program will start on next early January and will last for 6 months. I really want this. I want to experience new things and explore what kind of work really suits me. When I did the interview, I asked them about the jobdesk and it intrigues me so much.

If you are asking about the wage, it's not much higher than what I got from my current occupation. And if I do proper calculation, I will earn more money if I stay in Bandung. I've got more sidejobs such as teaching here in Bandung. And the sacrifice I have to make if I were to move from Bandung to BSD is considerable either.

This will be a good article if I ended it with saying "But I still choose ULIP because I want to get out of my comfort zone and learn more things in an extensive company such Unilever".

However, life is not as easy and predictable as we want.

I failed to calculated the working hours that I need to fulfilled to applied to Swedish Institute Scholarship (SISS). I failed to consider the trust that I should have build if I want to ask a reference or recommendation letter from my current prof. I actually failed to tell him that I applied to another job.

So, I have lingering feelings and feel too pressured to move out soon. So, I just emailed the HR team that I could not join the program from early January but February. Well, I am ready to withdraw my application because the mistake was on me.

What do you think?

My Life After Graduation

It's been awhile since the last time I post something here.

Looking back to the statistic, there will be longer span of time before my next post.

I am officially a chemical engineer bachelor on July 2017.

Perhaps, some people would think that an ITB graduate like myself would easily get into a company, a reputable one for sure. However, it's not true for every case. Sometimes, one is not lucky enough when he applied to a job. In other time, it might be an incompatible job/company. In other place, he might encounter a "worse-option-masked-with-promising-lines" and end up with worse result. In any means, it's not a simple process, getting an employment.

In my case, I applied to several "massive" companies who offer management trainee or "skipping-unnecessary-steps programs. It is indeed more competitive, and in some case the recruitment process is quite complicated. I was interested in consultant world too, so I applied to PwC. The results? Either I fail right before interview or after interview.

The first case happened more often.

I told myself that I am not the person the employer look for. It means I am not compatible with the job or with the company. I should move forward and find a more suitable one.

This cycle repeated many times.

I would lying to myself if I said I didn't give up. Because I did, the least, at that time.

I got into a project team from my previous laboratory. And I am glad that the Professor accepted me, because he was actually want to hire a male. Why? Because he needs his assistant to visit the sites, and truthfully I think I am strong enough and I like travelling. The projects are more or less about environmental or water and waste water treatment issues. I liked these topics since before, perhaps since high school. And I grew to like it more and more as I learned more and more about them.

The idea to pursuing master degree came back to my mind. I attended the same guest lecture from Sweden that I attended in previous year and embraced myself to study in that University or the least in Sweden.

So here I am.


A proud project assistant of one of the most wonderful and busiest professor. You can google him, the head of the "Pusat Studi Lingkungan Hidup ITB". A proud chemistry tutor. A proud learner.


Rabu, 22 Juni 2016

Busway oh Busway

Hai guysssss

Yang baca tulisan ini, makasih banget kalau kalian akan lebih memilih busway ketimbang kendaraan pribadi atau gr** c*r atau taksi.

Aku baru 2 minggu lebih tinggal di Jakarta, tepatnya di Tangerang. Atau lebih tepatnya lagi perbatasan Tangerang dan DKI atau kurang lebih 5km dari Terminal Kalideres. Waktu itu aku lagi mau bukber sama temen-temen SMA (Aurora ku tercinta) di Sency (Senayan City). Nah, aku coba lihat harga pake gr** kan... gils 86.000 (yg notabene masih pagi). Terus coba cek go**k 40an rebung juga. Kalo bolak balik kan lebih dri cepek. Duit darimana anak kuliahan begini.... Klo naik gr** gw udah bisa beli satu dress di H&M deh.

Akhirnya w nanya2 ttg busway. Sekalian pengen nyobain gimana sih busway di Jkt. Pengen ngebandingin sama punyanya S'pore.

Well, mendingan cerita prosesnya dari awal sampe akhir aja ya.

Nah, sebenarnya busway punya aplikasi, tapi aplikasinya ga membantu sih. Suka lelet dan gajelas gitu. Mending buka google maps + buka rute busway dari http://transjakarta.co.id/peta-rute/
Nah habis itu tinggal cari halte terdekat deh.

Kalo dari lokasi aku, di PT Multi Bintang Indonesia Tbk, aku harus naik angkot dulu ke halte. Bisa angkot jurusan apa aja yang ke arah cengkareng. Nah dari situ aku naik busway dari terminal kalideres atau Halte Pesakih yang depan mall Daan Mogot. Haltenya kecil aja sih sebenarnya, gaada AC, posisinya kebuka buat tempat masuk bis. Nah, halte-halte ini biasanya ada di tengah-tengah jalan, jadi kita harus naik tangga penyeberangan yang cukup panjang tapi ga curam jadi ga bikin capek.

Kedua, aku harus beli kartu buat bayar tiket masuk. Sekarang udah banyak banget jenis kartu yang bisa kate pake. Bisa pake kartu Mega, BNI tapcash, BRI dll. Kalo ga punya, tinggal beli aja di konter. Harganya Rp 40.000,- saldonya Rp 20.000,-.

Ketiga, tinggal masuk aja. Sekali masuk bayarnya Rp 3.500,- Kalo berangkat pagi-pagi jam 6-7 harganya cuma Rp 2.000,-. Ini bayarnya cuma sekali aja, kemanapun tujuan kita. Jadi pas kita turun nanti kita ga perlu tap-tap lagi. Keluar aja langsung. Nah kalo singapore kan beda lagi. Kita harus bayar sesuai jauhnya perjalanan, walaupun untuk pelajar biasanya ada diskon. Dan kalau kita ga punya kartu kita juga bisa bayar cash langsung ke supirnya (ada mesinnya wkwk).

Nah keempat, kita tinggal tunggu busway nya datang aja. Hati-hati sama arahnya. Biasanya busway tuh ada tulisan jalurnya di bagian depan. Misalkan Kalideres-Pasar Baru. Hati-hati jangan salah lokasi naik bus. Di bagian atas ada petunjuknya juga kok, mau ke Kalideres atau Pasar Baru. Nanti ada "kenek" berseragam yang bakal ngasih tau busnya mau ke arah mana juga.

Transjakarta or busway ini sebenarnya udah punya banyak banget jalur (anyway karena aku bukan orang jakarta aku ga akan menjeleskan ttg jalur2 ini, karena maksud dari tulisan ini adalah agar orang naik busway ketimbang mobil or motor wkwk). Nah, beberapa jalur ini dihubungkan oleh beberapa halte yang jadi terminal, misalnya harmoni. Nah, kalau mau ke Sency aku ganti busway ke arah blok M dari harmoni. Gampang kok, di harmoni ada beberapa pintu yang dikhususkan untuk jalur-jalur busway.

Terus terang aku paling suka sama jalur blok M ini. Karena dengan naik jalur ini kita bisa ngelewatin pusat kota banget. Ada Monas, bundaran HI, Gelora Bung Karno, dll. Seru aja. Nah, kalau mau ke Sency turunnya di bundaran Senayan, terus jalan sekitar 500 m udah sampe Sency. Total perjalanan dari Pesakih-bundaran Senayan sekitar 1 jam 20 menit. Kasarnya dibutuhkan 2,5-3 menit untuk ngelewatin satu halte.

Guys-guys ku tersayang. Busway itu bagus banget lho buat kesehatan kita. Kenapa? karena kita harus jalan sedikit untuk sampai halte dan tempat tujuan kita. Dan terkadang kita ga dapet tempat duduk jadi kita harus berdiri selama kurang lebih 1 jam, dan ini bagus banget. Kenapa? karena duduk itu bikin gemuk dan meningkatkan resiko varises. Selain itu, kemacetan Jakarta bisa berkurang kalau orang-orang beralih ke busway. Less polution, less time, healthier. Kenapa orang-orang tetep milih naik mobil? Prestige, cari gampang.


Review Shower Gel

Hai hai hai!!!

Minggu kemarin aku baru aja beli dua shower gel baru. Ceritanya karena sabun yang aku bawa kp udah ga cukup, jd niat awalnya mau beli sabun mandi di watson, yang gede-gede seliter gitu. Eh, tapi pas lagi jalan di Sency, saking gedenya ini mall dan baru pertama kali ke situ (sendiri pula), malah ketemu The Body Shop di lantai bawah. Kebetulan aja lagi ada diskon 20%an, beli deh satu. Kebetulan wangi yang aku suka (udah ada dari lama) juga lagi diskon.

Nah besoknya habis CFD-an di bundaran HI, kita mampir dulu ke GI (sebenarnya lamaan di GI dibanding di CFD). Kebetulan banget Bath & Body Works lagi diskon 50%. Kucoba lah kan nyium2 wangi2annya. Jujur guys, wangi toko ini enak bangetttt! Gimana ga wangi, setiap 10 menit disemprotin pewangi ruangan sama mas-masnya. Tapi pewangi ruangannya tokcer banget sih. Lilin aromanya juga tokcer bangettt. Nah, aku beli juga deh shower gel-nya. Now, let's move to the review.

(kiri) Bath & Body Works (kanan) The Body Shop

Toko:   Bath & Body Works
Nama: Wrapped in Comfort Shea & Vitamin E Shower Gel
Tipe: Cashmere & Almond Creme
Harga: Rp 229.000,- (disc. 50%)
Isi: 295 mL/10 fl oz

Ini pertama kalinya aku beli sabun dari toko ini dan hasilnya...... luar biasa puas! Awalnya aku sempet ragu beli sabun ini karena aku baru aja beli sabun kemarin. Tapi mumpung lagi diskon 50% yaudah coba aja dulu. Wangi sabun ini manis banget. Tapi wanginya tahan sampe sore. Kalo udah agak siang, di ruangan ber AC gitu wanginya jadi agak lebih seger. Wah, intinya aku suka banget sama sabun ini. Kekurangannya ada di desainnya. Desainnya terlihat sepert sabun-sabun yang dijual di drugstore gitu. Apalagi botol dan tutup botolnya dari plastik yang kesannya agak murah. Harga aslinya juga cukup mahal sih wkwk, tapi untuk harga diskon 50% ini murah punya haha. Secara keseluruhan aku bakal kasih 4,4/5 buat sabun ini.

Toko: The Body Shop
Nama: Voyage Indian Night Jasmine Shower Gel
Harga: Rp 149.000,- (disc. 20%)
Isi: 250 mL/8,4 fl oz

Nah, yang satu ini wanginya manis juga. Pas nyabun wanginya enak banget. Wanginya tuh nyebar banget pas awal-awal dipake. Sayangnya wanginya cepat hilang. Kalo yang ini tahannya cuma sampe siang doang. Menurut aku, wanginya akan tahan lebih lama kalau kita pake body lotion dan eau de toilete nya juga. Kelebihannya dibanding sabun yang sebelumnya ada di wanginya sih. Wangi sabun-sabunnya bodyshop emang lebih enak dan lebih banyak pilihan. Overall aku kasih 4/5.

Nah, sebenarnya aku juga ada langganan shower gel-nya Yves Rocher sih. Sayang banget ga aku bawa kesini, jadi aku ga ingat nama dan harganya. Nah kalo yang Yves Rocher itu aku ambil yang wangi gandum, botolnya plastik bening, tutup putih. Label dan sabunnya juga warna putih. Wah, aku suka banget desain botolnya sih, simpel dan elegan. Nah, menurut aku Yves Rocher ini  ga beda jauh sama bodyshop untuk harga dan ketahanan wanginya ya. Tinggal pilih suka wangi yang Yves Rocher atau bodyshop. Sayangnya pilihan wangi Yves Rocher ini terbatas tapi dijamin wanginya enak-enak.

Gitu aja sih, kalau ada pertanyaan silahkan komen ya wkwkwk. Mohon maaf kalau ada kesalahan kata.

Minggu, 05 Juni 2016

The Body Shop Blue Corn

3-in-1 Deep Purifying Scrub Mask (Rp 239.000)

Nama        : 3-in-1 Blue Corn Mask Scrub 100 mL
Harga        : Rp 239.000
Ukuran      : 100 mL
Jenis kulit  : normal/berminyak
Jargon        : cleanses, exfoliates, refines
Cara penggunaan: Oleskan secara merata pada wajah yang telah dibersihkan (pakainya jangan tipis-tipis). Diamkan selama 10-15 menit (tergantung ketebalan olesan). Pijat/gosok (pelan-pelan aja) untuk mengelupas masker. Bersihkan dengan air (hangat lebih bagus, pakai spons lebih bagus). Dapat digunakan 1-2 kali seminggu.

Jadi, sesuai namanya, Blue Corn ini merupakan scrub mask. Alias masker sekaligus scrub. Wanginya lumayan sih, mirip-mirip lah sama masker body shop yang lain (baca: masker tea tree). Bedanya masker ini lebih wangi, dan wanginya enak banget. Teksturnya cukup lembut untuk ukuran scrub, biji-bijinya kecil banget tapi agak keras.

Pertama kali pake, di beberapa bagian muka yang ada jerawatnya agak sedikit perih. Mungkin karena jerawatan ya. Tapi habis itu ga iritasi kok (asal jerawatnya emang nggak yang sensitif ya). Habis itu muka berasa segar banget. 2 kali aku pake (dalam waktu satu minggu) muka aku berasa lebih bersih dan lebih cerah. Mama juga bilangnya gitu (mungkin ada efek dari Acanthe triple C yang aku pake juga). Tapi menurut aku produk ini bagus banget dan cukup menyenangkan untuk orang-orang yang males harus perawatan muka 2 tahap (scrub dulu baru masker).

Akhir kata, aku ga nyesal beli produk ini dan aku berencana untuk beli lagi walaupun harganya naik (misalkan). Overall, aku kasih rating produk ini 4.5/5.

Well, ini review pertama aku, maafin kalo banyak kurangnya hehehe

Hi there

Sekarang lagi semangat-semangatnya nulis nih. Pengen berbagi cerita mengenai dunia perkuliahan dan kuliah praktek (kayaknya bakal seru wkwkwk). Selain itu aku lagi punya banyak banget barang baru dan pengen berbagi cerita mengenai barang-barang ini. Kenapa? Karena aku ngerasa barang-barang ini oke punya hehehe!!! Selamat membaca ^^

TGIF

Holaaaaa, it's Friday. Thank God it's Friday.

Sebenarnya, minggu ini (29 mei - 3 juni) minggu gabut banget. Kenapa ya? Harusnya kami persiapan buat seminar proposal penelitian (TA) tapi dosennya lagi sibuk... baru balik dari luar negri, dan masih ada mahasiswa bimbingan Rancangan Pabrik (RP) dan mahasiswa penelitian yang menanti dirinya. Jadi lah hingga saat ini revisi bab 2, bab 3, dll belum ada...

Anyway, minggu ini aku akhirnya bisa jualan CAKABON, alias abon cakalang!!! Mau tau fotonya? Nih ada di bawah nih... ini harganya 55k doang. Udah enak, bergizi, bahan alami, tanpa pengawet pula!!


Niatnya mau pake foto di bawah ini buat jadi teaser, tapi akhirnya aku ngepos poster di bawah ke grup-grup line, eh sehari langsung habis dong. Tapi sebenarnya abonnya habis gara-gara di-share ke grup teman-teman seasrama waktu SMA (Seroja-ku tercinta). Waktu di-share ke grup ITB gaada yg respon, cuma Andre >.<. Memang harus coba dulu baru pada mau beli. This is the best man. Hari ini (minggu) mama bawain lagi abon cakalang, aku kasih ke enci kosan yang di Jakarta. Eh si enci langsung nanya harganya berapa, katanya temannya banyak yang suka makan. Nah kannnn, berarti emang ini abon pasarnya harus emak-emak, enci-enci, ibu-ibu, tante-tante...




Let's back to the topic (I will post an official page for CAKABON).


So, hari rabu jar pesenan aku datang. Sebelumnya hari senin aku udah cetak stiker buat jarnya *omaygad, akhirnya aku desain sendiri wkwkwk, semoga desain ini bisa menarik hati orang wkwkwk*. Rabu malam aku langsung packing cakabonnya tapi sebenarnya ada masalah yang muncul gara-gara ga pake buble wrap. *OMG, there are so many mistakes. I have to learn. I'm really sorry to my first customers, especially my beloved friends, Sharon*. Jadilah hari kamis aku siap ngirimin cakabon ke pembeli. Itu tuh aku kiriminnya lewat TIKI. Omaygadddd TIKI lagi diskon 10%  selama masa Ramadhan wkwkwk.

Nah, kamis itu cukup hectic sihhh. Jadi paginya aku ikut kelas hatha yoga-nya mbak Susi di Gold's Gym Ciwalk (I will post about Gold's Gym later). Habis itu mandi cepet-cepet, dandan dulu, soalnya mau ke kantor Djarum, katanya mau ada shooting wkwkw. Nah terus jadilah aku nyari-nyari TIKI otista padahal udah telat. Syukur pelayanan TIKI otista bagus, jadinya nyampe kantor ga telat-telat banget. Habis itu langsung casciscus ke kantor Djarum yang lokasinya di Jl. Soekarno Hatta.

Sebenarnya ngapain sih ke Kantor Djarum?

Kita (Beswan Djarum) mau meriksa berkas pendaftar beswan Djarum. Jadi tau rasanya nyeleksi berkas-berkas. Jadinya tau juga deh gimana tips and trick daftar beasiswa. Terus terang, banyak banget pengalaman dan pembelajaran yang aku peroleh sebagai seorang Beswan Djarum. I will post about this later :p. Selain itu, Djarum ga pernah pelit soal makanan, why???? Pagi ada coffee break sebelum mulai periksa berkas. Siangnya makan Bakmie GM. Satu jam kemudian datang lagi coffee break. Habis itu, kita pesen PHD. Ga tanggung-tanggung, masih ada 2 box yang sisa saking kenyangnya kita. 

 Anyway, periksa berkas hari itu belum selesai. Baru setengah yang udah kita seleksi. Soalnya ada 3200an pendaftar untuk RSO Bandung. Luar biasa kan? Nah habis itu sebagian dari kita lanjut ke rumah teman kita di Batununggal. Ngobrol aja gitu ga jelas *ga ding, ada jelasnya dikit* sambil makan martabak + minum jus. Nyampe kosan tuh udah malam pokoknya. Ga ingat jam berapa, langsung tepar.















Nah, akhirnya sampai lah kita ke hari Jumat. Rencananya mau ngegym lagi, wkwkwk.... tapi rupanya mager, jadinya cuma ke kampus buat nontonin orang Seminar. Setelah itu aku leha-leha ga jelas di kamar dan akhirnya mau ke Jonas Photo, buat bikin pas foto dan ngambil foto keluarga.

Rencananya mau creambath di Memory (Salon murah dan besar di Simpang Dago), tapi jam 5 udah close order. Akhinya aku ke Sachi Salon deh. Sebenarnya udah lama dengar tentang salon ini dari temen aku, tapi baru sekarang mau nyobain. Udah pw sama Voila (samping Tizi) soalnya. Nah, Sachi ini salonnya kecil sebenarnya. Kalau ga salah ingat, cuma ada 4 meja rias dan 2 kursi buat keramas. Ada ruang untuk spa (atau facial). Nah, disini kalau mau creambath tradisional harganya 75k (Memory 30k, Voila sekitar 65k). Enaknya disini, rambut kita bener-bener dicuci sampe bersih dan ga kasar orangnya. Lokasinya juga enak. Udah gitu kita dikasih minuman gratis (ada teh manis, teh tarik, kopi, dll). Nah, ini ada foto aku diblow, yang ngerjain rambut aku ada dua orang, so bahagia >.<

Habis dari situ aku ke Riau Junction bentar mau liat-liat baju (mana tau diskon) buat KP, eh dapet dong yang murah dan lagi diskon 10% (semuanya diskon 10%). Habis itu aku bikin pas foto di Jonas Photo. Nah sebenarnya aku datang sekitar jam 8.15, kata pegawainya bisa di ambilnya besok. Terus aku tanya, "Kalau malam ini gabisa banget ya mbak?" Jonas tutup jam 10.


Kata mbaknya, "Em kayaknya bisa aja deh mbak (sambil senyum, senang deh pegawai yang ini ramah), coba nanti tanya sama fotografernya lagi bisa selesainya kapan". YESS!!
Intinya bisa, dan cetak pas foto disini harganya murah tapi hasilnya bagus!! Untuk harga 35 ribu, kita udah dapet softcopy + 4 4x6, 6 3x4, dan 6 2x3. Sayangnya di softcopy-nya cuma ada foto yang belum di-edit, ntah dia salah copy atau memang begitu. Bandingin sama foto aku yang dulu deh (foto 1,5 tahun yang lalu)


 

Nah, selanjutnya, aku mau ngambil foto wisudaan kakak aku. Disini nih kita foto keluarga, tapi sayangnya adek aku yang paling kecil gaada di Bandung waktu itu, jadinya kita mau masukin foto dia nih kesini. Biayanya 100rb/foto. Sebenarnya hasilnya bagus, fotografernya juga handal. Jadi, kalau kalian senang dengan Jonas Photo, bacanya sampe sini aja, soalnya sesudah ini aku mau nulis tentang kekecewaan aku terhadap Jonas Photo wkwk.




Jadi, kalau kita mau ngedit foto, biasanya Jonas bakal kirimin pesan ke kita supaya kita bisa acc hasil foto kita. Nah, rupanya sms mereka ga masuk (di catatan mereka, mereka udah kirim sms tanggal 7/5) padahal sms sebelumnya masuk (tanggal 5/5, isinya mau bilang kalau fotonya belum siap. Kita foto tanggal 30/4 anyway). Nah, akhirnya senin kemarin aku ngecek, tanggal 30/5. Aku mau foto selipan adek aku diterangin dikit. Nah katanya editnya 2 hari, proses cetak 2 hari, jadi harusnya jumat udah selesai kan. Bener tuh, hari rabunya dia kirim e-mail (bisa acc lewat e-mail). Editannya aku terima. Pihak Jonasnya ngebales kalau foto bisa diambil hari Jumat jam 19.00. Nah, pas aku mau ambil, foto yang dicetak malah foto yang gaada adek akunya (sayang bangettttt, artinya mereka harus cetak ulang dong). Lah akhirnya aku tunjukin e-mail, sama mbaknya dibilangin kayak gini, "Oke mbak, kami cek dulu ya, nanti kami proses, mana tau salahnya ada di kami."



Dalam hati aku, "Heloooooo ini jelas-jelas salah kalian....."

Nah, aku minta kompensasi dong, masa aku udah bolak-balik, fotonya ga selesai-selesai. Akhirnya si mbak bilang kalau fotonya bisa dianterin ke rumah. Aku senangnya mereka mau tanggung jawab wkwkwk. Well, overall aku masih puas kok dengan pelayanan Jonas Photo hehe.

So, this is the end. Well, penasaran kenapa aku tiba-tiba banyak ngomong?? eh nulis...??

Ini gara-gara punya waktu kosong, mau Kuliah Praktek di Tangerang. Dan aku beruntung bangetttt,,, karena ini perusahan impian aku buat KP wkwkwk, nantikan tulisan aku dalam rangkaian KP di PT Multi Bintang Indonesia yaaa ^^