Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label anak ITB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak ITB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2016

TGIF

Holaaaaa, it's Friday. Thank God it's Friday.

Sebenarnya, minggu ini (29 mei - 3 juni) minggu gabut banget. Kenapa ya? Harusnya kami persiapan buat seminar proposal penelitian (TA) tapi dosennya lagi sibuk... baru balik dari luar negri, dan masih ada mahasiswa bimbingan Rancangan Pabrik (RP) dan mahasiswa penelitian yang menanti dirinya. Jadi lah hingga saat ini revisi bab 2, bab 3, dll belum ada...

Anyway, minggu ini aku akhirnya bisa jualan CAKABON, alias abon cakalang!!! Mau tau fotonya? Nih ada di bawah nih... ini harganya 55k doang. Udah enak, bergizi, bahan alami, tanpa pengawet pula!!


Niatnya mau pake foto di bawah ini buat jadi teaser, tapi akhirnya aku ngepos poster di bawah ke grup-grup line, eh sehari langsung habis dong. Tapi sebenarnya abonnya habis gara-gara di-share ke grup teman-teman seasrama waktu SMA (Seroja-ku tercinta). Waktu di-share ke grup ITB gaada yg respon, cuma Andre >.<. Memang harus coba dulu baru pada mau beli. This is the best man. Hari ini (minggu) mama bawain lagi abon cakalang, aku kasih ke enci kosan yang di Jakarta. Eh si enci langsung nanya harganya berapa, katanya temannya banyak yang suka makan. Nah kannnn, berarti emang ini abon pasarnya harus emak-emak, enci-enci, ibu-ibu, tante-tante...




Let's back to the topic (I will post an official page for CAKABON).


So, hari rabu jar pesenan aku datang. Sebelumnya hari senin aku udah cetak stiker buat jarnya *omaygad, akhirnya aku desain sendiri wkwkwk, semoga desain ini bisa menarik hati orang wkwkwk*. Rabu malam aku langsung packing cakabonnya tapi sebenarnya ada masalah yang muncul gara-gara ga pake buble wrap. *OMG, there are so many mistakes. I have to learn. I'm really sorry to my first customers, especially my beloved friends, Sharon*. Jadilah hari kamis aku siap ngirimin cakabon ke pembeli. Itu tuh aku kiriminnya lewat TIKI. Omaygadddd TIKI lagi diskon 10%  selama masa Ramadhan wkwkwk.

Nah, kamis itu cukup hectic sihhh. Jadi paginya aku ikut kelas hatha yoga-nya mbak Susi di Gold's Gym Ciwalk (I will post about Gold's Gym later). Habis itu mandi cepet-cepet, dandan dulu, soalnya mau ke kantor Djarum, katanya mau ada shooting wkwkw. Nah terus jadilah aku nyari-nyari TIKI otista padahal udah telat. Syukur pelayanan TIKI otista bagus, jadinya nyampe kantor ga telat-telat banget. Habis itu langsung casciscus ke kantor Djarum yang lokasinya di Jl. Soekarno Hatta.

Sebenarnya ngapain sih ke Kantor Djarum?

Kita (Beswan Djarum) mau meriksa berkas pendaftar beswan Djarum. Jadi tau rasanya nyeleksi berkas-berkas. Jadinya tau juga deh gimana tips and trick daftar beasiswa. Terus terang, banyak banget pengalaman dan pembelajaran yang aku peroleh sebagai seorang Beswan Djarum. I will post about this later :p. Selain itu, Djarum ga pernah pelit soal makanan, why???? Pagi ada coffee break sebelum mulai periksa berkas. Siangnya makan Bakmie GM. Satu jam kemudian datang lagi coffee break. Habis itu, kita pesen PHD. Ga tanggung-tanggung, masih ada 2 box yang sisa saking kenyangnya kita. 

 Anyway, periksa berkas hari itu belum selesai. Baru setengah yang udah kita seleksi. Soalnya ada 3200an pendaftar untuk RSO Bandung. Luar biasa kan? Nah habis itu sebagian dari kita lanjut ke rumah teman kita di Batununggal. Ngobrol aja gitu ga jelas *ga ding, ada jelasnya dikit* sambil makan martabak + minum jus. Nyampe kosan tuh udah malam pokoknya. Ga ingat jam berapa, langsung tepar.















Nah, akhirnya sampai lah kita ke hari Jumat. Rencananya mau ngegym lagi, wkwkwk.... tapi rupanya mager, jadinya cuma ke kampus buat nontonin orang Seminar. Setelah itu aku leha-leha ga jelas di kamar dan akhirnya mau ke Jonas Photo, buat bikin pas foto dan ngambil foto keluarga.

Rencananya mau creambath di Memory (Salon murah dan besar di Simpang Dago), tapi jam 5 udah close order. Akhinya aku ke Sachi Salon deh. Sebenarnya udah lama dengar tentang salon ini dari temen aku, tapi baru sekarang mau nyobain. Udah pw sama Voila (samping Tizi) soalnya. Nah, Sachi ini salonnya kecil sebenarnya. Kalau ga salah ingat, cuma ada 4 meja rias dan 2 kursi buat keramas. Ada ruang untuk spa (atau facial). Nah, disini kalau mau creambath tradisional harganya 75k (Memory 30k, Voila sekitar 65k). Enaknya disini, rambut kita bener-bener dicuci sampe bersih dan ga kasar orangnya. Lokasinya juga enak. Udah gitu kita dikasih minuman gratis (ada teh manis, teh tarik, kopi, dll). Nah, ini ada foto aku diblow, yang ngerjain rambut aku ada dua orang, so bahagia >.<

Habis dari situ aku ke Riau Junction bentar mau liat-liat baju (mana tau diskon) buat KP, eh dapet dong yang murah dan lagi diskon 10% (semuanya diskon 10%). Habis itu aku bikin pas foto di Jonas Photo. Nah sebenarnya aku datang sekitar jam 8.15, kata pegawainya bisa di ambilnya besok. Terus aku tanya, "Kalau malam ini gabisa banget ya mbak?" Jonas tutup jam 10.


Kata mbaknya, "Em kayaknya bisa aja deh mbak (sambil senyum, senang deh pegawai yang ini ramah), coba nanti tanya sama fotografernya lagi bisa selesainya kapan". YESS!!
Intinya bisa, dan cetak pas foto disini harganya murah tapi hasilnya bagus!! Untuk harga 35 ribu, kita udah dapet softcopy + 4 4x6, 6 3x4, dan 6 2x3. Sayangnya di softcopy-nya cuma ada foto yang belum di-edit, ntah dia salah copy atau memang begitu. Bandingin sama foto aku yang dulu deh (foto 1,5 tahun yang lalu)


 

Nah, selanjutnya, aku mau ngambil foto wisudaan kakak aku. Disini nih kita foto keluarga, tapi sayangnya adek aku yang paling kecil gaada di Bandung waktu itu, jadinya kita mau masukin foto dia nih kesini. Biayanya 100rb/foto. Sebenarnya hasilnya bagus, fotografernya juga handal. Jadi, kalau kalian senang dengan Jonas Photo, bacanya sampe sini aja, soalnya sesudah ini aku mau nulis tentang kekecewaan aku terhadap Jonas Photo wkwk.




Jadi, kalau kita mau ngedit foto, biasanya Jonas bakal kirimin pesan ke kita supaya kita bisa acc hasil foto kita. Nah, rupanya sms mereka ga masuk (di catatan mereka, mereka udah kirim sms tanggal 7/5) padahal sms sebelumnya masuk (tanggal 5/5, isinya mau bilang kalau fotonya belum siap. Kita foto tanggal 30/4 anyway). Nah, akhirnya senin kemarin aku ngecek, tanggal 30/5. Aku mau foto selipan adek aku diterangin dikit. Nah katanya editnya 2 hari, proses cetak 2 hari, jadi harusnya jumat udah selesai kan. Bener tuh, hari rabunya dia kirim e-mail (bisa acc lewat e-mail). Editannya aku terima. Pihak Jonasnya ngebales kalau foto bisa diambil hari Jumat jam 19.00. Nah, pas aku mau ambil, foto yang dicetak malah foto yang gaada adek akunya (sayang bangettttt, artinya mereka harus cetak ulang dong). Lah akhirnya aku tunjukin e-mail, sama mbaknya dibilangin kayak gini, "Oke mbak, kami cek dulu ya, nanti kami proses, mana tau salahnya ada di kami."



Dalam hati aku, "Heloooooo ini jelas-jelas salah kalian....."

Nah, aku minta kompensasi dong, masa aku udah bolak-balik, fotonya ga selesai-selesai. Akhirnya si mbak bilang kalau fotonya bisa dianterin ke rumah. Aku senangnya mereka mau tanggung jawab wkwkwk. Well, overall aku masih puas kok dengan pelayanan Jonas Photo hehe.

So, this is the end. Well, penasaran kenapa aku tiba-tiba banyak ngomong?? eh nulis...??

Ini gara-gara punya waktu kosong, mau Kuliah Praktek di Tangerang. Dan aku beruntung bangetttt,,, karena ini perusahan impian aku buat KP wkwkwk, nantikan tulisan aku dalam rangkaian KP di PT Multi Bintang Indonesia yaaa ^^

Sabtu, 13 Juni 2015

SUDAHKAH KAMU MENJADI MAHASISWA YANG SESUNGGUHNYA?

Pada tahun 2011, Indonesia telah memiliki 5,6 juta mahasiswa yang tersebar di 33 provinsi. Jumlah mahasiswa yang merupakan mahasiswa baru ada sekitar 1,1 juta mahasiswa dan jumlah ini akan terus bertambah setiap tahunnya.  Sementara menurut mantan Sekretaris Jenderal dan Kementrian Kebudayaan, Ainun Naim, jumlah pelajar yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada tahun 2014 hanya 30 persen saja. Jumlah ini sebenarnya telah meningkat sebanyak 20% dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, jumlah mahasiswa pada tahun 2015 telah meningkat dan memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahun 2011.
5,6 juta mahasiswa ini merupakan salah satu aset terpenting negara. Mengapa demikian? Mahasiswa merupakan ujung tombak dari generasi muda yang akan melanjutkan keberjalanan Indonesia. Mahasiswa merupakan calon-calon penerus dan pemimpin bangsa karena kemampuan-kemampuan yang akan dimilikinya nanti setelah lulus dari status mahasiswanya. Mahasiswa ini kedepannya dapat menjadi politikus, pemerintah, insinyur, bankir, ahli terapi, dokter, dan masih banyak posisi lain yang dapat dicapainya. Mahasiswa inilah yang kelak akan menggerakkan Indonesia.
Berbicara mengenai mahasiswa, sebenarnya apa itu mahasiswa? Mungkin hal ini masih menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Mahasiswa merupakan sebuah kata yang tersusun dari kata “maha” dan kata “siswa”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “maha” memiliki arti sangat; amat; teramat; sementara siswa memiliki arti murid; pelajar; sehingga mahasiswa dapat didefinisikan sebagai pelajar yang berada pada tingkat yang tertinggi. Tingkat yang tertinggi ini ditempuh di suatu Perguruan Tinggi. 
Beberapa orang di luar sana mungkin hanya memandang mahasiswa sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di suatu Perguruan Tinggi. Namun,  menuntut ilmu di suatu Perguruan Tinggi   hanyalah merupakan tiket atau tanda seseorang untuk memiliki status sebagai mahasiswa. Mahasiswa memiliki identitas yang dapat kita jabarkan ke dalam tiga hal berikut, yaitu posisi, potensi, dan peran.  Identitas inilah yang menentukan apakah seseorang benar-benar telah menjadi mahasiswa ataukah belum
Posisi mahasiswa di dalam masyarakat saat ini adalah sebagai masyarakat sipil akademisi. Sebelumnya mahasiswa dijabarkan sebagai masyarakat sipil terpelajar, tapi hal ini kemudian drevisi karena sesungguhnya kelompok terpelajar bukan hanya terdiri dari mahasiswa. Masyarakat lain yang tidak menjadi mahasiswa pun dapat menjadi seorang yang terpelajar. Mahasiswa pun dikatakan sebagai masyarakat sipil akademisi sehingga dapat didefinisikan sebagai masyarakat sipil yang terus belajar dan berhubungan dengan dunia pendidikan secara formal. Adapun masyarakat sipil sendiri memiliki pengertian sebagai masyarakat yang mendukung kemajuan bangsa tanpa menginginkan posisi, kekuasaan, dan keuntungan materi. Posisi yang dimiliki mahasiswa sangat baik, karena sebagai masyarakat sipil, mahasiswa juga merupakan seorang akademisi.
Bagaimana dengan kelompok masyarakat lain? Agar lebih jelas lagi, sebenarnya terdapat tiga kelompok besar masyarakat. Ketiga kelompok itu adalah masyarakat politik, masyarakat ekonomi, dan masyarakat sipil. Masyarakat politik adalah masyarakat yang memperjuangkan sesuatu demi meraih kekuasaan. Contoh dari masyarakat politik ini adalah politikus. Masyarakat ekonomi adalah masyarakat yang melakukan sesuatu demi mengejar keuntungan atau laba. Contoh dari masyarakat ekonomi adalah pedagang, baik pedagang besar maupun pedagang di pasar. Masyarakat sipil merupakan kelompok masyarakat yang berbeda dari kedua kelompok di atas. Masyarakat sipil bertujuan untuk memajukan bangsa dan negara tanpa mengharapkan kekuasaan dan keuntungan.
Potensi adalah sesuatu yang dimiliki seseorang dan dapat dikembangkan dan digunakan untuk membantu dirinya dan orang lain. Lalu, apakah potensi dari mahasiswa itu sendiri? Mahasiswa memiliki potensi-potensi yang sangat besar. Mahasiswa akan terus belajar baik dalam lingkungan akademik maupun non-akademik. Mahasiswa dapat mempelajari banyak hal sekaligus, bukan hanya ilmu akademik yang didapatkannya di dalam kuliah. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan orang lain, mempelajari permasalahan-permasalahan bangsa seperti permasalahan BBM, upah buruh, dan sebagainya. Ada begitu banyak hal yang dapat dipelajari oleh seorang mahasiswa. Akan tetapi, potensi mahasiswa dapat kita kelompokkan dalam tiga kelompok berikut, yaitu hard skill, soft skill, dan idealisme.
Hard skill adalah kemampuan mahasiswa di dalam bidang keilmuan yang dipelajarinya. Hard skill ini dapat diukur dan dapat terlihat secara kasat mata, seperti nilai tes atau ujian, indeks prestasi (IP) dan piagam penghargaan. Hard skill yang dimiliki oleh seorang mahasiswa merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang seterusnya masih dapat dikembangkan. Hal inilah yang membedakan hard skill yang dimiliki oleh seorang mahasiswa dan seorang pekerja. Hard skill yang dimiliki oleh seorang pekerja pada umumnya merupakan kemampuan yang lebih spesifik dan telah dikembangkan dalam rangka melaksanakan tugas pekerjaannya.
Soft skill merupakan kemampuan mahasiswa yang berhubungan dengan emosi dan tidak kasat mata atau tidak dapat diukur secara langsung (subjektif). Soft skill merupakan kemampuan mahasiswa yang didapat dari interaksi mahasiswa dengan lingkungan sekitarnya. Sebut saja kegiatan belajar kelompok, presentasi, kerja sama tim, kegiatan kepanitiaan, kegiatan sosial, kajian, dan seminar. Soft skill dibutuhkan oleh seorang mahasiswa untuk mendukung hard skill yang dimilikinya. Soft skill dapat berupa kemampuan memimpin, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), manajemen waktu, kemampuan mempersuasif orang lain, mendengarkan orang lain, tanggung jawab, dan kemampuan untuk mengontrol emosi.
Perpaduan antara hard skill dan soft skill yang dimiliki oleh seorang mahasiswa dapat melahirkan prinsip atau cara pandang. Cara pandang yang dipegang oleh mahasiswa inilah yang disebut sebagai idealisme. Cara pandang ini diperoleh mahasiswa dari hard skill yang diperoleh dalam kegiatan perkuliahan dan soft skill yang diperoleh dari kegiatan berorganisasi. Cara pandang yang dimiliki mahasiswa biasanya bersifat lebih normatif atau idealis dan terkesan polos. Hal ini disebabkan cara pandang yang dimiliki masih murni dan tidak ada campur tangan atasan, tuntutan kerja atau keinginan untuk mencari keuntungan. Cara pandang ini mungkin terkesan kurang baik, tapi sebaiknya dipertahankan.
Nah, dengan memiliki posisi yang begitu baik dan potensi yang begitu besar, tentunya mahasiswa memiliki peran yang besar pula. Mahasiswa memiliki berbagai peran yang penting di dalam masyarakat. Ada beberapa jenis pengelompokan peran yang dimiliki oleh mahasiswa. Akan tetapi terdapat dua peran pokok mahasiswa, yaitu 1) menjadi generasi bangsa penerus dan sebagai penurun nilai-nilai kepada generasi berikutnya dan mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya  dan 2) membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam masyarakat dengan menggunakan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya. Dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat, mahasiswa juga sebaiknya dapat mendorong masyarakat untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.
Kedua peran pokok mahasiswa di atas sebenarnya diperoleh dari peran-peran mahasiswa sebagai 1) Iron Stock (Persediaan besi); 2) Agent of Change (Agen perubahan) ; 3) Guardian of Value (Penjaga Nilai); dan  4) Role Model (Contoh masyarakat). Mahasiswa dapat diibaratkan sebagai besi, yaitu suatu benda yang dapat dibentuk menjadi sesuatu yang diinginkan, suatu benda yang apabila ditempa akan menjadi semakin kuat, dan suatu benda yang apabila dihias akan menjadi sesuatu yang indah dan berguna. Mahasiswa dapat dibentuk dan ditempa menjadi penerus bangsa yang dapat memajukan bangsa. Mahasiswa kemudian dapat menjadi agen perubahan. Mahasiswa dapat mengubah sesuatu yang salah menjadi lebih benar. Perubahan ini dapat terjadi karena banyaknya jumlah mahasiswa yang ada di dalam suatu negara. Kemudian mahasiswa juga harus menjadi penjaga nilai-nilai yang telah mereka terima sebelumnya. Nilai-nilai inilah yang kemudian dapat diwariskan kepada generasi-generasi berikut. Mahasiswa yang memiliki begitu banyak potensi haruslah menjadi contoh bagi masyarakat. Suatu lingkungan masyarakat akan berjalan menuju arah yang lebih baik bilamana terdapat penggerak dan contoh yang baik di tengah-tengah mereka. Itulah peran seorang mahasiswa.
Lalu, bagaimana cara seorang mahasiswa memiliki identitas yang seharusnya dimilikinya? Sebelumnya seorang  mahasiswa harus memahami arti kemahasiswaan. Apakah kemahasiswaan itu? Kemahasiswaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seluk beluk mahasiswa; sesuatu yang berkaitan dengan kemahasiswaan.  Lalu, apa hubungannya antara kemahasiswaan dan meraih identitas mahasiswa?
Kemahasiswaan itu sendiri merupakan suatu proses pembelajaran. Untuk memperoleh hard skill, kita butuh proses pembelajaran dari ilmu yang kita tekuni. Tanpa belajar, ilmu tersebut tidak akan ada di dalam kita dan tentu saja tidak akan menjadi kemampuan yang kita miliki. Pembelajaran itu sendiri adalah proses yang berkelanjutan dan tidak pernah berhenti. Pembelajaran tidak memiliki batasan waktu dan ruang. Mahasiswa bisa belajar apa saja, dimana saja, dan kapan saja. Pada saat kita berinteraksi dengan orang lain pada saat itu pula lah proses belajar mengenai orang lain itu dimulai. Pada saat kita berbincang-bincang dengan sesama, pada saat itu lah proses belajar berdiskusi dan berinteraksi dilakukan. Saat kita menjadi seorang anggota dalam suatu kegiatan, pada saat itu kita dapat belajar untuk mendengarkan dan melaksanakan perintah atasan. Saat kita mengajukan diri sebagai seorang pemimpin pada saat itulah kita belajar untuk menjadi berani memikul tanggung jawab. Saat kita menjadi seorang ketua dalam suatu kegiatan, pada saat itu pulalah kita belajar untuk memimpin orang lain. Saat kita berusaha menyeimbangkan kegiatan non akademik dengan akademik, pada saat inilah kita belajar untuk mengatur waktu dengan baik. Proses pembelajaran terjadi kapan saja dan dimana saja.
Seorang mahasiswa tidak boleh lelah dan berhenti belajar karena ini merupakan inti dari menjadi seorang mahasiswa. Proses pembelajaran inilah yang membentuk seorang mahasiswa menjadi mahasiswa yang sesungguhnya yang sungguh-sungguh memiliki hard skill dan soft skill. Ruang dan lingkungan tempat kita melaksanakan pembelajaran inilah yang akan membentuk kita dan membantu kita untuk memiliki prinsip dan cara pandang yang tepat.
Kalau demikian, bagaimana cara seorang mahasiswa memperoleh suatu pembelajaran yang tepat? Tidak ada rumus pembelajaran yang tepat. Semua jenis pembelajaran dapat dilakukan sesuai minat dan bakat dari seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa bisa membagi-bagi porsi pembelajaran yang diinginkannya. Selama seorang mahasiswa masih memiliki keinginan untuk belajar, maka ia dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.
Tugas pokok mahasiswa adalah belajar dalam bidang akademik. Tugas ini kemudian harus dipertanggungjawabkan kepada orang tua maupun penanggung jawab mahasiswa tersebut (pemberi beasiswa). Akan tetapi, apabila seorang mahasiswa tidak mengembangkan dirinya dalam bidang lain maka kemampuan mahasiswa tersebut tidak akan seimbang. Mahasiswa tersebut tidak memiliki kemampuan lain yang dapat menyokong bidang akademiknya. Oleh sebab itu, mahasiswa harus mengikuti kegiatan lain di luar kegiatan akademik.
Semua perguruan tinggi pasti memfasilitasi kegiatan mahasiswa non akademik, misalkan kabinet mahasiswa, unit atau klub minat, dan himpunan mahasiswa jurusan. Kegitatan-kegiatan seperti ini dapat memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill yang dimilikinya. Mahasiswa dapat melatih kemampuan berpikir cepat, berdiskusi, berdebat, berbicara di depan umum, menjadi pemimpin, mepersuasif orang, menjadi pendengar yang baik, manajemen waktu yang baik, dan kemampuan untuk bertahan di dunia yang sesungguhnya.
Tapi ingatlah wahai teman-temanku sesama mahasiswa. Kemampuan-kemampuan yang kita miliki itu tidak akan ada gunanya apabila tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang lebih baik. Ingatlah bahwa kita merupakan generasi penerus bangsa dan bahwa kita adalah iron of stock dari negara ini. Kita ada untuk memajukan negara dan menyejahterakan negara kita. Kita juga ada disini untuk menjaga nilai-nilai yang ada dan meneruskannya kepada generasi selanjutnya. Kita harus dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan generasi selanjutnya.
Bagaimana cara kita mewujudkan peran kita tersebut? Memang, caranya tidak semudah yang kita bayangkan. Tapi sebagai mahasiswa, kita dapat mulai dengan pembelajaran dan pengajaran kepada mahasiswa lain, baik mahasiswa seangkatan kita, maupun mahasiswa lintas angkatan. Mahasiswa juga dapat melaksanakan penelitian yang dapat berguna bagi masyarakat dan kemudian dapat melakukan pengabdian masyarakat. Hal ini tentu saja telah tercantum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu 1) Pendidikan dan Pengajaran, 2) Penelitian dan Pengembangan, dan 3) Pengabdian Masyarakat.
Banyak kegiatan yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, terutama dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan. Misalnya di dalam Kabinet Mahasiswa sendiri telah terdapat projek pengabdian masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Sebagai mahasiswa kita dapat memberikan partisipasi kita dalam bentuk sekecil apapun ke dalam kegiatan ini. Di dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan sendiri terdapat banyak kegiatan yang menunjang kegiatan  keprofesian, disinilah mahasiswa dapat mengembangkan dirinya dan mempersiapkan diri menuju dunia keprofesian. Di dalam berbagai kegiatan di kampus, telah banyak pula kegiatan yang menunjang pendidikan dan pengajaran, misalkan kegiatan belajar kelompok dan tutorial.

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, seorang mahasiswa harus melaksanakan kegiatan kemahasiswaan, yaitu pembelajaran, untuk benar-benar menjadi mahasiswa dengan memenuhi identitas mahasiswa itu sendiri (Posisi, Potensi, dan Peran). Mahasiswa dapat melaksanakan berbagai kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Akan tetapi, identitas dari mahasiswa tidak akan lengkap tanpa adanya pelaksanaan dari peran yang dimiliki mahasiswa.

Kamis, 25 Desember 2014

Some stories and advices

Haaiiii

Aku baru aja punya waktu buat buka blog ini setelah satu semester. Phewwwww there was a lot of traffic in my schedule. I always got some of my schedules delayed. And most of them were my faults, indicating the bad of my time-management.
Well, tapi kehidupan kuliah tingkat 2 itu emang bener2 something banget... and so sorry because I took 22 SKS and I didn't consider the osjur. Yes, osjur really took our time and freedom.
Dan tentu saja buat seseorang yang ga bisa diam kayak aku, osjur itu ga jadi halangan buat have fun. Masih sempet-sempetnya nonton tv, baca komik, novel (terutama!!), tidur di kelas, dan masih banyak hal-hal tidak mendesak dan tidak penting yang aku lakuin. So, of course banget aku ketinggalan pelajaran, dan kalau sekalinya ketinggalan pelajaran males ngedengerin dosen (apalagi cara ngajar dosennya ga enak).. dan selalu deh, pikiran-pikiran kayak
ah, nanti aja lah dikejar di akhir, pas mau uts aja, gini doang juga....
selalu muncul. Dan, asal tau aja, yang kayak begitu tuh, yg sistem SKS ga akan berlaku di jamannya tingkat 2, terutama di tekkim sih. Ya kalo yu mau dapet indeks C or BC, ya mungkin masih ada kesempatan sih ya. Tapi buat yang targetnya minimal B sih, so sorry banget. Emang indeks belum keluar, tapi aku aja udah ga yakin masih bisa di atas 3,00.
Dan hal-hal begini lah yang bikin lu ga bisa ngomong sama ortu. Karna ortu lu percaya lu orang pinter, bisa dipercaya, dan ga mungkin dapet nilai sampe sejelek 20an kan... yaaa intinya beberapa nilai UTS w sempet bikin w down  banget sih.. (anyway, ga jadi nulis aku kamu, apapun lah.. emang ga konsisten w orangnya)
Tapi temen w malah termotivasi, w masih sempet-sempetnya down dulu, bingung mau ngapain malah melarikan diri ke hal-hal yang lain. Syukurnya hal-hal yang lain tuh..... ngegym. Hahahaha... or music. Syukur w ga lari ke hal yang aneh2 sih.. aneh2 menurut w tuh minum2 ya hahaha.

Ohya, dan kehidupan di Tekkim tuh sebenarnya bisa banget diikutin, asalkan lu fokus, ga punya 2 atau lebih jabatan tumpang tindih, ga main-main yang ga jelas alias baca-baca novel ga penting sampe ga tidur, and so on... at least yu selalu nyatat dan dengerin dosen, ngerjain pr, and it's fine. no need banget lah yang latihan soal sampe 1 prosol dibabat habis 2 minggu sebelum ujian. Yang penting yu ga skip kelas, dan pikiran lu ya di kelas.

Dan hindarin banget hal-hal beginian ya...
TV kabel, terutama chanel Fox movies premium and HBO, Novel or Manga or Anime, Youtube!!! Please banget yang ini harus ada batas waktunya banget, tidur kemalaman or bahkan ga tidur....
Ya kalo w sih itu aja hahaha... itu mendasar banget lho... tapi bisa menyita 30-50% waktu belajar kita.

Dan yang sedihnya lagi, setelah w kembali ke w yang dulu, itu tuh udah terlanjur mendekati UAS, bahkan H-sekian UAS, itu gara2 w ulang tahun deh kayaknya hehe, pengen bikin resolusi dan merubah diri menjadi yang lebih baik, kombinasi diri masa lalu, sekarang dan masa depan hehehe. Tapi ya itu dia. Sadarnya udah rada2 telat gitu. Dan di akhir semester itu, ternyata malah makin sibuk!!!
Gw pikir akhir semester malah bakal nyantai UAS doang. Tapi ternyata semua tugas kadiv dan panitia dan latihan-latihan malah numpuk di akhir. Belum lagi harus packing, beli oleh2 dan sebagainya. Dan, ada 2 orang birthday girls in December yang harus di surprise-in...
Intinya, Desember sebelum tanggal 23 itu adalah bulan super sibuk yang ai hadapi... dan ya itu... intinya so so sibuk. Dan semua nyaris terlambat.. masih ada beberapa matkul yang masih bisa w andalin, tapi w ga yakin sama hasilnya juga. Seandainya itupun jatuh, w yakin IP w bakal dibawah 3. Karena BC itu aja 2,5 guys...

Ya sudahlah itu kesalahan w di semester ini. W ngasih daftar kesibukan w aja kali ya, ini daftar kesibukan anak ITB tingkat 2 hahaha

Bendahara SKB ( Aug - Dec (masih belum selesai nih urusan lpj dll))
Kabaret SKB (Aug -Sep)
Ortu Basis (Aug - )
OSJUR HIMATEK (Aug - Nov)
Kadept Keuangan KMK (Aug - Dec)
Asprak Kidas (Cuma 2x datang sih haha)
Chemistry tutor at SMAN 3 (Aug - Dec)
Chemistry tutor at Centrion Institute ( Aug - )
Kadiv Ticketing Festival ISO (Oct - Apr 2015)
Kadiv Donasi CheNight2015 (Nov - Feb 2014)

dan yang versi kurang pentingnya

Baca, nonton,
Tutor biola ( ditutorin ya,bukan yang ngasih tutor)
Ngegym (sayang banget udah bayar... mahal banget lhooo)

Yup!!! I think that's all...
Dan sedikit saran dari ai buat kita semua (ai termasuk)
Hmmm.... intinya jangan ngambil kebanyakan jabatan, nanti jadinya ga efektif. Manajemen waktu, prioritas dan kesehatan tuh harus banget di atur.. jangan lupa nelpon orang tua juga, selalu ingat orang tua, nelpon lah minimal seminggu sekali, jangan lupa berdoa, berdoa itu bukan formalitas tapi kebutuhan, selalu punya catatan kecil tentang tugas-tugas kita, makanan juga harus benar, jangan makan yang enak-enak aja tapi ga makan sayur.
 Ingat, tubuh dan pikiran yang sehat itu kunci menuju sukses :")
 anyway, thanks banget to rempong barbies yang always be there when I needed. Love you guyssss :")


*anyway, Keke doesn't happy with this photo (you can see the separated space between her and the others). But I think this one was very funny. hehehe... taken on 23rd November 2014, at Pasar Seni 2014

Rabu, 27 November 2013

FIRST POST YEAAAAYYYY :)

Halo halo....^^


Biasanya kalau first post pasti ada perkenalan kan yaa :) :)

Nama aku Dessi Anggreini Elisabeth Br Ginting, kelahiran medan 95, dan... bisa lihat di profile lah ya buat biodata lengkapnya.


Hmmm.. ada alasan khusus untuk membuat blog meskipun waktu kosong saat kuliah itu sangat sedikit. Alasannya adalah... karena kuliah itu sendiri. FYI, aku anak ITB tingkat 1 fakultas teknologi industri. kuliah di ITB? hectic. capek. stress.

Hectic karena begitu banyaknya kegiatan yang diolah oleh mahasiswa sendiri. Dan tambahan aja, acaranya tuh ga ada yang ga seru mennn. Masing-masing acara punya setannya sendiri buat manggil orang datang dah. Capek? ya jelas capek karena saking banyaknya kegiatan (dan tugas tentunya!). Stress? stress juga karena banyak kegiatan = banyak kepanitiaan. belum lagi kalau jadwal ini-itu tabrakan, ngeri banget dah..

Nah, karena hal itu semua, gue butuh media penyalur stress. Teman-teman gue kasihan banget deh kalau tiap hari disodorin derita gue. Toh mereka juga punya masalah yang sama banyaknya. Makanya.. blog ini juga bisa sekalian membantu gue merefleksikan diri gue sendiri. Oh! Dan dengan blog ini gue bisa melatih kecepatan mengetik gue, siapa tahu bisa jadi sekretaris super kece idaman para boss2 kan.. haha..

Sip,, jadi blog ini resmi akan menjadi ajang curhatan gue tentang kegiatan dan perasaan gue selama di ITB ini. Mulai dari kegiatan perkuliahan (buat yang mau masuk ITB siap-siap aja ya),
sebagai anak kosan (umum-umum aja nih ceritanya),
alumni TN (makanya gue punya kenalan anak AD/AL/AU/AKPOL menn),
anak KMK (ceritanya gw beriman gitu, padahal karena banyak calon suami disini hehe) yang cukup aktif,
anak ISO (ITB Student Orchestra) yang entah kenapa ga jago2 main alat musiknya padahal udah ngeluangin waktu cukup banyak di bidang ini,
anak Taekwondo ITB (sori-sori masih sabuk putih masbro),
pengajar osn kimia, berhubung sebagai anak kosan yang jauh dari orang tua gue butuh uang jajan tambahan (untuk ditabung juga sih...)
pelaku LDR-an dengan cowok yang cuek abis dan unpredictable gitu (anak AU pula..)
anak dari keluarga (yang super sibuk) yang punya 4 anak, gue anak ke-2
dan pengejar jurusan teknik kimia (perhatian, gue emang ambis!!)

Dan saking ambisnya diri gue, gue suka banget nonton drama korea ohmayygattttt!!! Mulai dari yang tahun 2004 sampe 2013 tuh gue tonton semua. Ga ngerti lagi dh gimana cara mbagi waktu gue... Oh ya FYI gue ini anak SHAWOL lho.. itu tuh fandom-nya SHINee. Pada tau SHINee kan? awas aja kalo ga pada tau nih..


Nah lho, lihat kan... gue jadi sibuk banget dengan segala kegiatan dan perasaan gue yang amburadul..